“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS. Al Hajj : 73)

Selasa, 05 Januari 2010

Bathilnya Keyakinan Datangnya Kiamat Tahun "2012"


Dengan Nama Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Sesungguhnya segala pujian hanyalah kepunyaan Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampunan pada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kami, dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka sekali-kali tiada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka sekali-kali tiada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwasannya tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi, bahwasannya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya.
Allah berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali ‘Imran : 102)
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (An Nisaa’ : 1)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (Al Ahzaab : 70)

Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkara adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan seburuk-buruk perkara adalah yang perkara yang baru (di dalam agama), dan setiap perkara yang baru (di dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka.


Kaum Muslimin dan Muslimat, saudara-saudara para pembaca yang budiman. Akhir-akhir ini, berbagai fitnah telah bertebaran di muka bumi, yang fitnah tersebut telah disebarluaskan oleh setan dan para pengikutnya yang jauh dari jalan Allah yang lurus.
Salah satu fitnah tersebut, dan ini merupakan salah satu fitnah yang parah, adalah rumor atau isu bahwa hari kiamat akan datang pada tahun 2012. Mayoritas umat

manusia, dari seluruh penjuru dunia, dari masyriq (timur) hingga maghrib (barat)nya, mengalami kegoncangan mental yang hebat hanya karena kabar angin tersebut. Khususnya pada Umat Islam, Umat Nabi dan Rasul terakhir Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mulai tergoyahkan keimanannya, dan mulai rubuh benteng ‘aqidahnya, serta mulai rusak pilar-pilar agamanya. Diperparah lagi, di negara ini (Republik Indonesia), kepercayaan umat terhadap para ‘alim ‘Ulamanya sedikit-demi sedikit mulai pudar dan umat semakin menentang fatwa dan bimbingan para ‘Ulamanya.
Namun yang jelas masih terdapat keraguan di hati umat, baik yang percaya terhadap kedustaan besar ini maupun yang tidak, apakah benar hari kiamat akan datang pada tahun 2012?

A. HARI KIAMAT DAN GAMBARAN SELURUH ATAU SEBAHAGIAN PERISTIWANYA
Hari kiamat adalah hari dimana Allah menghancurkan alam semesta. Ia merupakan perkara yang besar yang padanya terjadi kengerian yang dahsyat dan bencana yang amat sangat keras. Allah ‘Azza wa Jalla menjelaskan hal ini di dalam Kitab-Nya yang mulia :
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras. (Al Hajj : 1-2)
Di dalam ayat yang mulia di atas, Allah Jalla Jalaaluhu menjelaskan sedemikian dahsyatnya kejadian pada hari itu, hingga para ibu meninggalkan dan melalaikan anak-anak mereka yang mereka susui. Ingatlah, hubungan antara ibu dan anak adalah hubungan yang paling dekat di antara hubungan manusia dengan manusia yang lain. Demikian pula hubungan kasih sayang ibu dengan anaknya adalah hubungan kasih sayang yang tidak akan putus-putusnya. Walaupun terputus seketika, tetapi putusnya itu hanyalah untuk sementara, kemudian akan bersambung kembali. Namun pada hari kiamat, demikian ngeri dan dahsyatnya peristiwa yang terjadi, seakan hubungan yang demikian itu terputus. Di dalam diri si ibu waktu itu timbul rasa takut dan ngeri yang dapat merintangi dan menghilangkan hubungan kasih sayang itu, sehingga si ibu lupa menyusukan anaknya, dan lupa segala-galanya tentang anaknya yang sedang menyusu itu.
Begitu pula dengan para ibu yang sedang hamil. Gugurlah apa yang dikandungnya tersebut, dan terlahirlah janin dalam rahim mereka sebelum sempurna dan datang masa lahir yang sesungguhnya. Padahal kita semua tahu, tidaklah gugur kandungan itu, kecuali bilamana ada guncangan yang amat keras. Dan di hari kiamat, guncangan yang ada akan berlipat keras adanya. Hingga semua wanita yang hamil di seluruh penjuru bumi mengalami keguguran keseluruhannya.
Dan pada hari itulah, keadaan semua manusia sebagaimana halnya keadaan orang yang mabuk. Ini menggambarkan bahwa umat manusia mengalami kebingungan, lari kesana-sini, mencari perlindungan dari ‘adzab Allah yang sangat dahsyat, tetapi tiada perlindungan sama sekali bagi mereka. Semuanya dalam keadaan takut, cemas, khawatir, melebihi rasa takut yang dialami pada keseharian manusia biasanya.
Ini membuktikan dan menjelaskan betapa dahsyat dan luar biasanya kejadian dan peristiwa yang ada pada hari itu. Demikianlah, Allah Yang Maha Agung dan Maha Perkasa menjelaskan ayat-ayat-Nya agar manusia mendapatkan petunjuk yang menerangi.
Sungguh, amat sangat banyak ayat-ayat dalam al Qur’anul Karim yang menjelaskan kejadian-kejadian yang ada dalam hari itu. Dan kesemuanya menggambarkan hal yang lebih dahsyat dari apa yang selama ini dan hingga kini dibayangkan oleh akal manusia yang hanya biasa mengalami bencana-bencana yang lumrah terjadi.
Allah Rabbul ‘Alamin berfirman :
(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangannya tunduk. (An Nazi’at : 6-9)
Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia. (An Naba’ : 17-20)
Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya, maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali, tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi. (Thaha : 105-107)
Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dipanaskan, (At Takwir : 1-6)
Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh, dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (Al Insyiqaq : 1-5)

Dan masih sangat banyak lagi ayat yang lainnya.
Dan Allah juga menjelaskan bahwa akan ditiupnya sangkakala yang akan menyebabkan siapa saja yang ada di langit dan di bumi akan mati, kecuali mereka yang dikehendaki Allah.
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (Az Zumar : 68)
B. PERINGATAN AKAN DATANGNYA HARI KIAMAT
Sesungguhnya, bencana-bencana yang Allah timpakan di dunia ini sebagai adzab bagi orang-orang yang mendustakan, adalah bukti kedahsyatan hari kiamat dan bukti bahwasannya Allah mampu dan kuasa mendatangkan malapetaka dahsyat di hari kiamat tersebut. Hal ini didasarkan firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala :
Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Kaum Tsamud dan Ad telah mendustakan hari kiamat. Adapun kaum Tsamud maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa, Adapun kaum Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka. Dan telah datang Firaun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar. Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras. Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera, agar kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). (Al Haqqah : 1-18)
C. KEPASTIAN DATANGNYA HARI KIAMAT
Sesungguhnya hari kiamat pasti akan terjadi, tiada keraguan atas datangnya hari kemudian itu.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. (Al Hajj : 7)
Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman. (Al Mu’min : 59)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“(Iman adalah) hendaknya engkau beriman pada Allah, pada malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan beriman pada qadar yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim no. 9, Nasa’i no. 4904, Abu Daud no. 4075, dan Ahmad no. 346 dari ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu.)
D. KEWAJIBAN BERIMAN PADA HARI KIAMAT
Kita wajib percaya tentang ada dan datangnya hari kemudian dan segala apa yang akan terjadi di dalamnya tentang kerusakan jagad raya alam semesta ini, sesuai dengan apa yang diberitakan Allah dalam kitab-Nya dan sesuai pula dengan apa-apa yang telah diberitakan Rasulullah Shalllallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat-riwayat yang shahih.
Allah berfirman :
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al Baqarah : 177)
Apakah kemudaratannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka. (An Nisa’ : 39)
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf : 147)  

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa yang meyakini bahwa Allah itu Maha Benar lagi Maha Nyata, dan bahwa hari kiamat pasti terjadi dan tiada keraguan atasnya, dan bahwa Allah akan membangkitkan orang-orang mati dalam kuburnya, tentulah ia masuk surga.” (HR. Ibnu Abi Hatim dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu.)
E. YANG MENGETAHUI KAPAN TERJADINYA KIAMAT HANYALAH ALLAH SUBHAANAHU WA TA’ALA
Allah Jalla Jallaluhu berfirman :
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Luqman : 34)
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Al A’raaf : 187)
Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah". Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (Al Ahzaab : 63)
 (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit). Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. (An Nazi’at : 42-46)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata ketika menjelaskan Qur’an Surah Luqman Ayat 34 :
“Apa yang disebutkan oleh ayat ini merupakan kunci-kunci hal yang ghaib yang hanya Allah sahajalah yang mengetahuinya. Maka tiada seseorang pun yang dapat mengetahuinya -Yaitu mengetahui mengenai kelima hal dalam ayat tersebut- kecuali setelah ia diberi tahu oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala tentangnya. Pengetahuan mengenai hari kiamat tiada seorang pun dari kalangan Nabi yang diutus atau Malaikat yang didikatkan (pada Allah) yang mengetahuinya.
tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. (Al A’raaf : 187)
Demikian pula mengenai turunnya hujan, tiada yang mengetahuinya selain Allah. Tetapi bila Allah memerintahkan untuk turunnya hujan, barulah para Malaikat yang ditugaskan untuk menurunkannya mengetahuinya, demikian pula orang yang dikehendaki Allah dari kalangan makhluk-Nya. Tiada yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim, yakni apa yang bakal diciptakan-Nya selain hanya dia sendiri. Tetapi bila Allah telah memerintahkan agar yang di dalam rahim menjadi laki-laki atau perempuan, atau menjadi orang yang celaka atau bahagia, barulah para malaikat yang diserahi tugas untuk menjaganya mengetahui hal itu, juga orang yang dikehendaki Allah dari kalangan makhluk-Nya” (Tafsir al Quran al ’Adzhim)

Beliau Rahimahullah juga berkata ketika menjalaskan Qur’an Surah an Nazi’at Ayat 42-46 :
“Artinya, pengetahuan tentang waktunya bukan dikembalikan kepadamu dan bukan pula pada seorang makhluk, melainkan pengetahuan mengenainya hanyalah ada di tangan Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Dialah Yang Maha Mengetahui waktunya secara pasti.” (Tafsir al Quran al ‘Adzhim)
Oleh karena itulah, barangsiapa yang mengaku-ngaku mengetahui terjadinya hari kiamat secara pasti, mengaku-ngaku terjadinya hari kiamat adalah tanggal sekian bulan sekian dan tahun sekian, atau mengaku-ngaku bahwa ia mengetahui apa yang akan terjadi nanti selain daripada sebatas apa yang telah diberitakan Allah dan Rasul-Nya berupa tanda-tanda kiamat dan beberapa huru-haranya, maka ia telah kafir, karena ia telah menyamakan dirinya dengan Tuhan Yang Maha Mengetahui kunci-kunci semua yang ghaib, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan barangsiapa yang membenarkan keburukan di atas, dan tidak percaya pada petunjuk Allah dan rasul-Nya, maka ia telah terjerumus dalam jurang kekufuran yang tidak menutup kemungkinan yang amat besar bahwa ia telah kafir pula.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nya lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi. (Az Zumar : 62-63)
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (Al Ikhlash : 4)
Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar. (Ali ‘Imran : 179)
 (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. (Al Jin : 26-27)

F. DEKATNYA HARI KIAMAT DENGAN DIUTUSNYA NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Tanda-tanda semakian dekatnya hari kiamat, sudah muncul semenjak diutusnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti terbelahnya rembulan. Allah berfirman :
Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. (Al Qamar : 1)
Dari Ibnu ’Abbas Radhiyallahu ’anhuma (dia mengabarkan) bahwasannya bulan telah terbelah di zaman Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam. (HR. Bukhari no. 3366, lihat pula Sunan Tirmidzi no. 3177)

Ada pula tanda-tanda yang bermunculan dan berulang hingga hari kiamat. Seperti keadaan banyak wanita yang berpakaian tetapi telanjang (wanita memakai pakaian yang ketat atau memakai pakaian namun masih terlihat auratnya)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua golongan dari penghuni neraka yang belum pernah aku lihat : (1) Orang-orang yang membawa cemeti (cambuk) bagaikan ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang lain, (2) para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang memikat hati pria dan berjalan lenggak-lenggok. Rambut mereka dibuat seperti punuk unta yang melenggak-lenggok. Mereka tidak dapat masuk surga dan tidak dapat mencium bau surga, padahal bau surga itu bisa tercium dari jarak yang sangat jauh.” (HR. Muslim no. 3971 dan Ahmad no. 9303)
Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani Rahimahullah berkata, “Pada hakikatnya, mereka berpakaian tetapi secara makna aurat mereka terlihat karena memakai pakaian yang tipis sehingga tampak kulit luar atau mereka memakai pakaian hanya sebagai perhiasan dan auratnya terlihat (dan pakaian mereka itu jauh) dari pakaian takwa. Makna lafal ‘Mumilatun’ adalah mereka bersikap genit, sedangkan makna lafal ‘ma’ilatun’ adalah mereka berjalan dengan angkuh.
Beliau Rahimahullah juga berkata tentang makna kalimat ”Rambut mereka dibuat seperti punuk unta yang melenggak-lenggok”, “Yaitu, unta yang berpunuk panjang. Hal itu merupakan kinayah bahwa mereka memperbesar rambut yang menyerupai punuk unta. Para ‘Ulama menjelaskan bahwa mereka menyelubungkan surban atau pembalut atau sejenisnya di atas kepala. Pada saat ini hadits itu ditafsirkan bahwa mereka bergaya dengan model mengumpulkan rambut mereka di atas kepala setinggi setengah jengkal atau lebih…”

Dan munculnya beberapa orang yang mengaku sebagai Nabi.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat hingga dibangkitkannya dajjal-dajjal pendusta yang jumlahnya sekitar tiga puluh orang, semuanya mengaku bahwa dirinya adalah utusan Allah.” (HR. Bukhari no. 3340; 6588, Muslim no. 5205, Tirmidzi no. 2144, dan Ahmad no. 6930)
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat hingga ada beberapa kabilah dari umatku yang kembali menyambah berhala. Dan sesungguhnya akan ada di kalangan umatku tiga puluh orang pendusta, masing-masing mengaku dirinya nabi, padahal aku adalah penutup para Nabi, tiada Nabi lagi sesudahku.” [HR. Tirmidzi no. 2145, Abu Daud no. 3710, dan Ahmad no. 21361. Tirmidzi berkata, “Ini adalah Hadits Hasan Shahih.” Dalam riwayat Ibnu ‘Umar, Nabi bersabda, “Akan muncul sebelum al Masih ad Dajjal para pendusta yang berjumlah tiga puluh atau lebih.” (HR. Ahmad no. 5546)]
Oleh karena itulah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Jarak antara aku diutus dengan datangnya hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini.” Beliaupun berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuknya. (HR. Bukhari no. 5245, Tirmidzi no. 2140, Ibnu Majah no. 4030, Ahmad no. 11797, dan Darimi no. 2641)
Gambarannya, jari tengah itu adalah umur kehidupan dunia ini hingga hari kiamat. Sedangkan jari telunjuk adalah lamanya waktu mulai dunia ini ada hingga pengutusan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun jarak antara pengutusan Nabi Muhammad dengan hari kiamat adalah selisih antara jari tengah dan jari telunjuk. Bandingkanlah umur dunia ini hingga Nabi kita diutus dengan masa setelah Nabi diutus hingga hari kiamat. Jika kita bandingkan, waktu terjadinya kiamat itu sangatlah dekat dengan umat Muhammad.
G. TERJADINYA HARI KIAMAT ADALAH DISERTAI TERJADINYA PERTANDA, DAN BUKAN KIAMAT SECARA TIBA-TIBA
Hari kiamat merupakan salah satu perkara, yang seluk beluk perincian dan penjelasannya hanyalah Allah Subhaanahu wa Ta’ala sahaja yang mengetahuinya. Allah berfirman :
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Luqman : 34)
Adapun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Allah hanya diberitakan tanda-tanda kedatangannya sahaja. Dan bila pengetahuan Nabi akan tanda-tanda kiamat ini, dikata orang bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu tentang hari kiamat atau ayat Qur’an saling bertentangan dengan hadits, maka ini adalah sesuatu hal yang salah. Karena, walaupun Nabi mengerti tanda-tandanya, namun akan kejadian yang akan terjadi sebagaimana yang diberitakan dalam tanda-tanda kiamat, perinciannya hanya Allah sahaja yang mengetahuinya. Allah Jalla Tsana’uhu juga berfirman :
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang? (Muhammad : 18)
Tanda-tanda kiamat itu terbagi atas dua tanda, yakni alamat sughra dan alamat kubra. Alamat sughra yakni tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya kiamat. Dan alamat kubra adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kiamat sudah di ambang pintu. (Lihat At Tauhid lish Shaffits Tsani al ‘Aliy hlm.123) Sebelum tanda-tanda tersebut terbukti, maka kiamat takkan tegak terjadi, sebagaimana yang ada dalam banyak Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Di antara tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya kiamat adalah :
1. Jika budak wanita telah melahirkan anak tuannya.
2. Jika orang Badui yang bertelanjang kaki, miskin, lagi penggembala unta berlomba-lomba dalam membangun bangunan.
Dari ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Pada suatu hari ketika kami berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang memakai pakaian sangat putih dan berambut hitam pekat. Tidak terlihat padanya bekas perjalanan jauh, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Kemudian ia duduk di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia menyandarkan kedua lututnya kepada kedua lutut Rasulullah. Dan ia meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pada beliau. Lalu ia berkata : “Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.” Maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Islam yaitu hendaknya engkau bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan bahwasannya Muhammad adalah utusan Allah, dan hendaknya engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa dalam bulan Ramadhan, dan hendaknya engkau mengerjakan Haji ke Baitullah jika engkau mampu mengadakan perjalanan padanya.” Berkatalah orang itu : “Benarlah engkau.” Maka terheran-teranlah kami padanya, dia bertanya tetapi dia sendiri yang membenarkannya. Ia berkata lagi : “Lalu terangkanlah padaku tentang Iman.” Jawab beliau.” Beliau menjawab : “Hendaknya engkau beriman kepada Allah, dan para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan pada hari akhir, dan hendaknya engkau beriman pada taqdir yang baik dan yang buruk.” Berkatalah orang tadi : “Benarlah engkau.” Ia berkata lagi : “Lalu terangkanlah kepadaku tentang Ihsan.” Jawab beliau : “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Maka jika engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau.” Orang itu berkata lagi : “Beritahukanlah padaku tentang hari kiamat.” Jawab beliau : “Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu daripada yang bertanya.” Kata dia selanjutnya : “Beritahukanlah padaku akan tanda-tandanya.” Jawab beliau : “Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya dan engkau melihat orang-orang Badui yang bertelanjang kaki, miskin, lagi penggembala domba berlomba-lomba membangun bangunan.” Kemudian pergilah orang tadi. Aku tetap tinggal beberapa lama, kemudian beliau bersabda padaku : “Wahai ‘Umar tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?” Jawabku : “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Sabda beliau : “Dia adalah Jibril, yang datang pada kamu sekalian untuk mengajarkan agamamu.” (HR. Muslim no. 9 dan al Minhaj I/293-294.)
Berkata Imam an Nawawi Rahimahullah, “Menurut Jumhur ‘Ulama kalimat ini mengabarkan (bahwa salah satu tanda-tanda kiamat –pen) kalau sudah banyak budak perempuan yang dikumpuli oleh tuannya melahirkan anak keturunan. Sebab anak yang dilahirkan seorang budak melalui hubungan intim dengan tuannya akan memiliki status seperti sang ayah. Karena harta peninggalan sang ayah nantinya akan diwaris oleh anak keturunannya. (Atau jika sang anak belum mendapatkan hak waris –pen) maka ia bisa menggunakan harta itu dengan izin ayahnya.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim I/308)
3. Berperangnya orang-orang Muslim melawan kaum Yahudi dan menangnya kaum Muslimin atas mereka.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah bersabda : “Tidak akan terjadi kiamat sebelum orang Islam memerangi orang-orang Yahudi. Maka orang Islam membunuh mereka sampai orang-orang Yahudi itu bersembunyi di belakang batu atau pohon, maka batu dan pohon itu berkata, ‘Ya Muslim, wahai hamba Allah, inilah orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah.’ Kecuali pohon Gharqad, karena sesungguhnya ia adalah pohonnya orang Yahudi.” (HR. Muslim no. 5203 dan Ahmad no. 9029.)
4. Wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
5. Fathu Baitul Maqdis
6. Kematian yang menyergap manusia bagaikan buduk kambing
7. Harta berlimpah ruah
8. Terjadi huru hara yang memasuki rumah setiap muslim
9. Terjadinya gencatan senjata dengan Bani Ashfar dan berkhianatnya mereka
Dari ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Hitunglah enam perkara menjelang datangnya hari kiamat : kematianku, Fathu Baitul Maqdis, kematian yang menyergap kamu sekalian bagaikan buduk kambing, kemudian harta melimpah ruah, sehingga seorang lelaki diberi upah seratus dinar, namun masih tetap juga tidak rela menerimanya, terjadinya huru-hara yang tidak membiarkan satu rumah pun dari bangsa Arab kecuali dimasukinya (dalam riwayat lain : fitnah yang bencananya memasuki rumah setiap muslim), kemudian gencatan senjata antara kamu sekalian dengan bani Ashfar. Lalu mereka berkhianat. Mereka datang padamu dengan membawa delapan puluh bendera, di bawah tiap-tiap bendera ada dua belas ribu (tentara). [dalam riwayat lain : pengkhianatan bangsa Romawi, mereka menyerbu dengan membawa delapan puluh bendera, di bawah tiap-tiap bendera ada dua belas ribu (tentara)]”(HR. Bukhari no. 2940 dan Ahmad no. 22860. Riwayat lain berasal dari hadits Mu’adz bin Jabal dalam Musnad Ahmad, Musnad al Anshar, Bab : Hadits Mu’adz bin Jabal, no. 20988)
Dan di antara tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kiamat sudah di ambang pintu adalah :
1. Gerhana di timur,
2. Gerhana di barat,
3. Gerhana di jazirah ‘Arab,
4. Munculnya asap,
5. Munculnya Dajjal,
6. Munculnya daabbah,
7. Munculnya Ya’juj dan Ma’juj,
8. Matahari terbit dari barat,
9. Dan api yang keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka.
10. Turunnya ‘Isa bin Maryam ‘Alaihis Salam sebagai mujaddid dan bukan sebagai Nabi atau Rasul Allah.
Dari Hudzaifah bin Asid al Ghifari Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya kiamat takkan terjadi sebelum kamu melihat sebelumnya sepuluh tanda : asap, Dajjal, Daabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya ‘Isa bin Maryam, Munculnya Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga kali gerhana, (yakni) gerhana di timur, gerhana di barat, dan gerhana di jazirah ‘Arab. Dan akhir dari semua itu adalah api yang keluar dari arah Yaman yang menghalau manusia ke tempat berkumpul mereka.” (HR. Muslim no. 5162, Tirmidzi no. 2109, dan Ahmad no. 15555, lafadzh Muslim.)
H. MEMPERCAYAI PARA PERAMAL ADALAH KESYIRIKAN
Salah satu tukang ramal di Indonesia, menguatkan bahwa “hari kiamat” akan datang pada tahun 2012. Katanya, para peramal tak dapat menerawang ke tahun 2013, dan penerawangannya hanya terbatas pada tahun 2012 sahaja. Maka, sesungguhnya orang-orang yang yakin bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012 telah membenarkan ucapan peramal tersebut baik secara langsung dan tidak langsung. Aduhai, besarlah kiranya dosa mereka, dosa menyelisihi Allah dan Rasul-Nya dan dosa menyekutukan Allah dengan membenarkan para tukang ramal itu. Benarlah firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala :
Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (Al Baqarah : 102)
Mereka percaya pada jibt dan thaghut. (An Nisa’ : 51)
‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa jibt adalah sihir, sedangkan thaghut adalah syaithan.
Jabir Radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan bahwa thaghut-thaghut adalah para dukun yang ada di setiap kampung dan selalu didatangi oleh syaithan. (Lihat Kitabut Tauhid Alladzi Huwa Haqqu Allah ‘alal Abid hlm. 92, al Qaulul Mufid II/ 534, dan Fath al Bari VIII/252, dinyatakan maushul oleh Ibnu Abi Hatim dan Abul Qashim al Baghawi)
Dari Qathan bin Qabishah dari ayahnya Radhiyallahu ‘anhu, dia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya ‘iyafah, tharq, dan thiyarah adalah termasuk jibt.” (HR. Abu Daud no. 3408, Ahmad no. 15350 dan 19693)
‘Auf Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwasannya ‘iyafah adalah meramal nasib dengan menerbangkan burung, sedangkan tharq adalah meramal nasib dengan membuat garis di tanah. (Lihat Kitabut Tauhid Alladzi Huwa Haqqu Allah ‘alal Abid hlm. 95, al Qaulul Mufid II/535, Fath al Bari VIII/252, dinyatakah maushul oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim.) 

Sedangkan thiyarah sendiri adarah merasa bernasib sial karena mendengar atau melihat sesuatu.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa mendatangi ‘arraf (dukun) atau kahin (tukang ramal) serta membenarkan ucapannya, maka sesungguhnya dia telah kafir pada apa yang telah diturnkan pada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad no. 9171, dishahihkan oleh al Hakim dan ia berkata “Hadits Shahih berdasarkan syarath Bukhari dan Muslim.”)
Dan juga dari ‘Imran bin Hushain Radhiyallahu ‘anhu secara marfu’ :
“Tidaklah termasuk dalam golongan kami orang yang melakukan atau meminta tathayur, meramal atau minta diramalkan, menyihir atau minta disihirkan. Barangsiapa yang mendatangi dukun dan membenarkan ucapannya, maka sesungguhnya dia telah kafir terhadap (wahyu) yang diturunkan pada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. al Bazzar dalam Kasyful Atsar no. 3044 dan Thabrani dalam Mu’jam al Kabir XVIII/162 dengan sanad jayyid.)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
“Tiga kelompok orang yang tidak akan masuk surga adalah, pecandu khamr, pemutus silaturahmi, dan orang yang membenarkan sihir.” (HR. Ahmad no. 18748 dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 6137 dari Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan oleh al Hakim dalam al Mustadrak IV/146.)
I. MEMBUANG JAUH-JAUH BERITA ORANG-ORANG KAFIR
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al Hujurat : 6)
Kewajiban kita terhadap berita-berita dari orang-orang kafir akan datangnya kiamat pada tahun 2012 tersebut adalah dicari kejelasannya, benar-benar dibuktikan secara ilmiah, dan membuang sejauh-jauhnya bila bertentangan dengan aqidah Islam.
Berkata al Khatib al Baghdadi Rahimahullah :
“Seperti kita tahu bahwa kefasikan terbesar adalah kekafiran. Jika berita seorang muslim yang fasik bisa tertolak padahal benar aqidahnya, maka berita yang berasal dari orang kafir tentu saja lebih pantas tertolak.” (Al Kifayah fi ‘Ilmir Riwayah I/230)
J. HARAM DAN SESATNYA SINEMA “2012”
Komisi Fatwa Majelis ‘Ulama Indonesia di beberapa daerah telah mengharamkan sinema terkenal “2012”. Namun, fatwa MUI ini banyak mendapatkan penentangan dari umat Islam itu sendiri. Parahnya, yang dicela tak hanya MUI, namun juga Kitabullah dan Hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam atau agama Allah yang mulia ini (agama Islam). Sehingga, wajiblah bagi kami untuk membela agama Allah yang mulia ini (agama Islam) dan menjelaskan sebab-sebab yang sangat jelas akan keharaman dan kesesatan tayangan perdana “2012” tersebut :
1. Menayangkan Wanita yang Membuka Aurat
Sesungguhnya, ‘aurat wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali bagian yang biasa nampak darinya, yakni wajah dan telapak tangan. Berfirman Allah Subhaanahu wa ta’ala :
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An Nur : 31)
Riwayat Imam Abu Daud dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Asma’, sesungguhnya, perempuan itu bila sudah sampai masa haidhnya, tidak boleh terlihat tubuhnya, kecuali ini dan ini.” Beliau menunjuk pada wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud no. 3580, silakan lihat syawahid hadits ini dan penguatannya dalam catatan kaki Kitab Jilbab Mar’ah Muslimah karya Syaikh al Albani no. 17 hlm. 66-68.)
Imam Ibnu Jarir ath Thabari Rahimahullah berpendapat bahwa yang dimaksud dalam firman Allah “kecuali yang (biasa) nampak daripadanya” adalah wajah dan kedua telapak tangan. (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wil Ayyi al Qur’an XVIII/84 dan Jilbab Mar’ah al Muslimah fil Kitab was Sunnah hlm. 50)
Adapun di dalam film “2012” maka sungguh di dalamnya terdapat banyak sekali wanita yang tidak menutup auratnya, menampakkan rambut, menggunakan rok yang tinggi, tidak berjilbab, memakai pakaian ketat, dan lain-lain. Maka dari itulah, sudah sepantasnya bagi setiap Muslim –dari hal ini saja- untuk mencegah dari melihat film tersebut, menundukkan pandangan, dan menjaga ketakwaan. Dan dari hal ini sajalah, sudah pantas bahwa film tersebut terhukumi haram.
Allah berfirman :
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (An Nur : 30)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Adapun zina mata adalah melihat (yakni pada apa yang diharamkan Allah.”( HR. Abu Daud no. 1840 dan Ahmad no. 7394, lihat Shahihul Jami’ no. 3047)
Di antara faidah hadits ini adalah bahwasannya diharamkan memandang wanita dengan sengaja. Hal yang sama juga berlaku untuk wanita. Wanita diharamkan memandang pada laki-laki bukan mahram dengan pandangan yang dapat menimbulkan fitnah. Juga haram hukumnya memandang pada laki-laki yang belum baligh dan laki-laki tampan dengan pandangan syahwat. Haram bagi laki-laki untuk melihat aurat laki-laki lain. Hal yang sama juga berlaku antar sesama wanita. Dan setiap aurat yang tidak boleh dilihat, tidak boleh pula untuk dipegang meski dengan dilapisi kain. Termasuk perdayaan setan, adalah melihat gambar-gambar porno, baik di majalah, film, televisi, video, internet, dan sebagainya.
Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin Rahimahullah :
“…Sedangkan menyaksikan sinetron yang ada wanitanya adalah haram karena dapat menimbulkan fitnah dan terpikat kepada perempuan. Rata-rata tiap sinetron membahayakan, meski tidak ada wanitanya atau wanita tidak melihat kepada pria, karena pada umumnya sinetron adalah membahayakan masyarakat, baik dari sisi perilakunya maupun akhlaknya…” (Fatawa al Mar’ah I/106, Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah Syaikh Bin Baz II/98, dan Fatawa al Jami’ah lil Mar’ah al Muslimah III/301)
2. Penyimpangan-Penyimpangan Terhadap Iman Kepada Hari Kiamat Dari al Qur’an dan as Sunnah
Di dalam sinema tersebut, juga ditayangkan banyak perusakan ‘aqidah umat terhadap kejadian-kejadian serta huru-hara di hari kiamat yang difirmankan Allah dalam Qur’an Suci dan Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam Hadits Syarif. Di antaranya adalah :
i. Manusia Dapat Mempersiapkan Diri Untuk Menghadapi Bencana Kiamat?
Di dalam film “2012” tersebut, terlihat bahwa manusia telah mempersiapkan diri agar selamat dari bencana hari kiamat dengan membuat tempat perlindungan khusus di pegunungan dan membuat kapal berteknologi canggih untuk mencegah tsunami dan bencana lainnya. Sungguh, ini adalah satu penyimpangan terhadap Kitabullah dan Sunnah Nabi. Sebab, bila telah terjadi hari itu (hari kiamat), maka sungguh tiada yang dapat menyelamatkan diri dari bencana yang ditimpakan Allah pada alam semesta di saat tersebut.
Allah berfirman di dalam al Qur’an :
dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, (Al Insyiqaq : 3-4)
maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. (Ath Thariq : 10)
Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. (Al Anbiya’ : 40)
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (Az Zumar : 68)

ii. Kiamat Dapat Diramalkan Sebelumnya?
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, hanya Allah sajalah yang mengetahui waktu terjadinya hari kiamat. Bahkan, sesungguhnya setelah tanda-tanda yang menunjukkan kiamat sudah di ambang pintu terjadi pun, tiada yang mengetahui kapan kiamat terjadi kecuali hanya Allah Ta’ala. Allah berfirman :
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Luqman : 34)
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Al A’raaf : 187)

iii. Bencana Kiamat Menimpa Bumi Secara Bertahap, Dari Daerah yang Satu ke Daerah yang Lain, Dari Kecil hingga Besar?
Di dalam film tersebut, terlihat bahwa bencana menghancurkan bumi mulai dari satu daerah dan menjalar ke daerah lain. Sehingga, manusia di Las Vegas sudah meninggal dunia, sedangkan manusia di Washington D.C. belum meninggal. Oleh sebab itu, manusia dari daerah ini bisa pindah ke daerah lain untuk menyelamatkan diri. Hingga akhirnya selamat dalam sebuah perahu yang amat besar. Jelas ini menyalahi firman Allah :
Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. (Al Insan : 7)
Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. (Yasin : 49)
Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (An Naml : 87)
Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang. (Shaad : 15)
Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya? (Yusuf : 107)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Hari Kiamat itu benar-benar akan terjadi pada saat dua orang laki-laki sedang mengembang-ngembangkan pakaian (sambil tawar menawar, dan keduanya tidak sempat berjual beli dan melipatkan itu kembali. Hari Kiamat itu benar-benar akan terjadi pada saat seseorang membuat kolam dan ia belum sempat mengisinya dengan air. Hari Kiamat benar-benar akan terjadi pada saat seseorang memeras susu kambingnya dan ia belum sempat meminumnya, dan Hari Kiamat itu benar-benar akan terjadi pada saat seseorang mengangkat makanan yang akan dimasukkannya ke mulainya, dan ia belum sempat memakannya.” (HR. Bukhari no. 6588)
iv. Ada Sebahagian Manusia yang Dapat Selamat Dari Hari Kiamat?
Sesungguhnya, beriman akan adanya 2 tiupan sangkakala (di hari kiamat) merupakan hal yang wajib, dan merupakan salah satu ushul i’tiqad (pokok-pokok keyakinan) Ahlus Sunnah wal Jama’ah al Firqatun Najiyah. Hal ini didasarkan pada firman Allah Rabbul ‘Alamin dalam Kitab-Nya yang mulia :
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (Az Zumar : 68)
 (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. (An Nazi’at : 6-7)
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin Rahimahullah menjelaskan :
“An Nafakh (tiupan) adalah perkara yang sudah diketahui. Sedangkan ash Shur secara bahasa adalah “tanduk” dan secara syara’ berarti tanduk besar yang ditiup oleh Israfil yang ia (sekarang) dalam keadaan menanti kapan diperintahkan untuk meniupnya. Israfil adalah malaikat mulia yang memikul ‘Arsy. Tiupan sangkakala terjadi dua kali. Tiupan pertama adalah tiupan yang mengejutkan, sehingga manusia terkejut dan mati. Kecuali yang dikehendaki oleh Allah. Tiupan kedua adalah tiupan kebangkitan sehingga manusia bangkit dari kubur-kubur mereka. Adanya tiupan sangkakala telah ditetapkan oleh al Qur’an, as Sunnah, dan ijma’ salaf.” (Syarh Lum’atul I’tiqad al Hadi ila Sabilir Rasyad hlm. 73)
Tiupan pertama oleh Malaikat Israfil adalah tiupan yang mengakibatkan matinya semua manusia serta hancurnya seluruh alam semesta.
Allah Dzul Jalali wal Ikram berfirman :
Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). (Al Haqqah : 13-18)
dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, (Al Insyiqaq : 3-4)
Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya. (Yaasin : 49-50)
Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. (Al Anbiya : 40)
Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al Qur'an, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat. (Al Hajj : 55)
Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang lalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (Ibrahim : 42)
Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu). (Asy Sura : 47)
(Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan. (Ad Dukhan : 16)
Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (Al Qamar : 46)
pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat lari?" Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali. (Al Qiyamah : 10-12)
Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. (Ath Thariq : 9-10)
Semua penduduk langit dan bumi akan meninggal, kecuali sesiapa yang dikehendaki Allah untuk tetap hidup dan tidak terkejut oleh karena tiupan sangkakala tersebut.
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (Az Zumar : 68)
Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (An Naml : 87)

Telah diketengahkan di dalam Kitab Shahih al Bukhari dan Shahih Muslim, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Janganlah kamu melebihkan (seorang Nabi) di antara para Nabi Allah. Sesungguhnya ketika ditiup sangkakala, maka matilah siapa saja yang ada di langit dan di bumi mati, kecuali yang dikehendaki (tidak mati) oleh Allah. Lalu sangkakala ditiup lagi, maka aku adalah orang yang pertama kali dibangkitkan atau aku termasuk orang yang pertama kali dibangkitkan. Tetapi ketika Musa ‘Alaihis salam berpegangan di ‘Arsy. Aku tidak tahu apakah pingsannya Musa di gunung Thursina dulu sudah dianggap sebagai kematiannya ataukah dia dibangkitkan mendahului aku. Aku tidak berani mengatakan bahwa ada seseorang yang lebih baik daripada Yunus bin Matta.” (HR. Bukhari no. 3162 dan Muslim no. 4376)
Dalam Tafsir Jalalain, Al Imam Jalaluddin al Mahalli Rahimahullah ketika menafsirkan firman Allah “kecuali siapa yang dikehendaki Allah” pada Surah an Naml Ayat 87 :
“yaitu malaikat Jibril, malaikat Mikail, malaikat Israfil dan malaikat Maut. Tetapi menurut suatu riwayat yang bersumber dari sahabat Ibnu Abbas disebutkan, bahwa mereka yang tidak terkejut adalah para Syuhada, karena mereka hidup di sisi Rabb mereka dengan diberi rezeki.”
Beliau juga menafsirkan firman Allah dalam Surah Az Zumar Ayat 68 :
“yaitu para bidadari, para pelayan surga dan selain keduanya.”
Adapun manusia, maka semuanya meninggal dunia. Hal ini didasarkan ayat-ayat al Qur’an di atas, dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“…kemudian ditiupkan sangkakala, maka tiadalah seorang pun yang mendengarnya kecuali memiringkan sisi lehernya dan mengangkatnya. Lalu tidaklah tersisa seorangpun melainkan ia akan mati. Kemudian Allah menurunkan hujan seperti gerimis atau seperti naungan, sehingga tumbuh darinya jasad-jasad mereka. Kemudian ditiuplah sangkakala berikutnya, maka tiba-tiba mereka berdiri dalam keadaan menunggu (penghisaban).” (HR. Muslim no. 5233)
Kemudian tiupan yang kedua, mengakibatkan semua makhluk dikumpulkan di padang mahsyar untuk dihisab di pengadilan Allah Yang Maha Tinggi. Dan, jarak antara kedua tiupan ini adalah “40” –hanya Allah yang mengetahui apakah 40 hari, bulan, atau tahun- sebagaimana tersebut dalam hadits Nabi :
“Jarak antara tiupan itu 40” Mereka (para Shahabat) bertanya, “Wahai Abu Hurairah –perawi hadits ini- apakah 40 hari?” Berkata Abu Hurairah, “Saya menolak.” Mereka bertanya, “40 bulan?” Dia (Abu Hurairah) berkata, “Saya menolak.” Mereka bertanya, “40 tahun?” Dia berkata, “Saya menolak.” [kemudian Abu Hurairah kembali membacakan sabda Nabi]”Kemudian Allah menurunkan air dari langit, maka mereka bermunculan seperti tumbuhnya sayuran.” Dia berkata, “Tiada bagian manusia yang tidak hancur kecuali atu tulang, yaitu, ‘Ajbudz Dzanab, darinya makhluk itu disusun kembali pada hari kiamat.” (HR. Muslim no. 5253 dan Ibnu Majah no. 4265)
Sedangkan di film “2012” tersebut terdapat manusia yang selamat, maka sungguh ini adalah suatu perusakan aqidah umat dan penyimpangan.
v. Hubungan Pertalian Darah Masih Sangat Erat di Hari Kiamat?
Dalam film “2012” tertayang, keharmonisan sebuah keluarga di mana mereka saling tolong menolong untuk menyelamatkan diri dari bencana hari kiamat. Ini juga menyalahi firman Allah :
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras. (Al Hajj : 1-2)
Penjelasan ayat ini telah termaktub di atas.
Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. (Al Mu’minun : 101)
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah. (Luqman : 33)
Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (‘Abasa : 33-37)

vi. Umat Muslim Masih Hidup Saat Bencana Kiamat Datang?
Di dalam film tersebut, tertayang bahwa Umat Muslim hidup untuk menghadapi bencana kiamat. Padahal dalam Qur’an Majid dan Hadits Syarif tertera jelas, bahwa yang mengalami pedihnya bencana kiamat hanyalah orang-orang kafir, durhaka pada Allah, lagi durjana.
Allah berfirman :
Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya? (Yusuf : 106-107)
Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al Qur'an, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat. (Al Hajj : 55)
Demikianlah Kami masukkan Al Qur'an ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat `azab yang pedih, maka datanglah `azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, (Asy Syu’araa : 200-202)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“…Pada saat mereka dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba Allah mengirimkan angin, lalu mencabut ruh setiap mukmin, hingga yang tersisa adalah orang-orang yang tidak beriman. Mereka bersetubuh dengan terang-terangan, sebagaimana keledai bersetubuh dengan terang-terangan. Pada merekalah hari kiamat datang.” (HR. Muslim no. 5228, Tirmidzi no. 2166, dan Ahmad no. 16971)
“Tidak terjadi kiamat kecuali atas manusia-manusia yang jahat.” (HR. Muslim no. 5243 dan Ahmad no. 3548)
“Kiamat takkan terjadi hingga tidak disebut lagi di bumi ‘Allah, Allah’” [HR. Muslim no. 2020 (dalam Mukhtashar Shahih Muslim oleh al Mundziri), Tirmidzi no. 2150 dan Ahmad no. 11601]

vii. Sebelumnya Tidak Terdapat Kemunculan Tanda-Tanda yang Diisyaratkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Seperti al Masih ad Dajjal, Isa Putra Maryam ‘Alaihis Salam, Dan Tanda-Tanda Lainnya
Di dalam film tersebut tak nampak terwujudnya tanda-tanda hari kiamat sebagaimana tersebut dalam Kitabullah dan Sunnah yang Shahih. Yang ada hanyalah beberapa tanda, bahwa bencana kiamat (yakni berupa pergeseran lempeng tektonik dll) yang mengisyaratkan bahwa bencana kiamat terjadi secara bertahap intensitasnya, mulai dari bencana kecil (gempa kecil) hingga besar (gempa besar yang mengakibatkan tsunami dll). Ini semua tentu saja menyimpang dari ‘aqidah shahihah. Padahal Allah Tabaaraka wa Ta’ala berfirman :
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang? (Muhammad : 18)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah mengabarkan tanda-tandanya. Tersebut dalam Shahih Muslim bahwa ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu mengisahkan :
Pada suatu hari ketika kami berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang memakai pakaian sangat putih dan berambut hitam pekat. Tidak terlihat padanya bekas perjalanan jauh, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Kemudian ia duduk di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia menyandarkan kedua lututnya kepada kedua lutut Rasulullah. Dan ia meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pada beliau. Lalu ia berkata : “Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.” Maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Islam yaitu hendaknya engkau bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan bahwasannya Muhammad adalah utusan Allah, dan hendaknya engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa dalam bulan Ramadhan, dan hendaknya engkau mengerjakan Haji ke Baitullah jika engkau mampu mengadakan perjalanan padanya.” Berkatalah orang itu : “Benarlah engkau.” Maka terheran-teranlah kami padanya, dia bertanya tetapi dia sendiri yang membenarkannya. Ia berkata lagi : “Lalu terangkanlah padaku tentang Iman.” Jawab beliau.” Beliau menjawab : “Hendaknya engkau beriman kepada Allah, dan para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan pada hari akhir, dan hendaknya engkau beriman pada taqdir yang baik dan yang buruk.” Berkatalah orang tadi : “Benarlah engkau.” Ia berkata lagi : “Lalu terangkanlah kepadaku tentang Ihsan.” Jawab beliau : “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Maka jika engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau.” Orang itu berkata lagi : “Beritahukanlah padaku tentang hari kiamat.” Jawab beliau : “Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu daripada yang bertanya.” Kata dia selanjutnya : “Beritahukanlah padaku akan tanda-tandanya.” Jawab beliau : “Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya dan engkau melihat orang-orang Badui yang bertelanjang kaki, miskin, lagi penggembala domba berlomba-lomba membangun bangunan.” Kemudian pergilah orang tadi. Aku tetap tinggal beberapa lama, kemudian beliau bersabda padaku : “Wahai ‘Umar tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?” Jawabku : “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Sabda beliau : “Dia adalah Jibril, yang datang pada kamu sekalian untuk mengajarkan agamamu.” (HR. Muslim no. 9 )
3. Mendukung dan Mensupport Gerakan Sesat, Kaum Kuffar, Para Penyihir, serta Peramal
Film tersebut tentu ikut serta dalam mendukung pemikiran kaum kuffar dan gerakan sesat seperti gerakan new age’s movements yang kini tengah marak di seluruh dunia. Juga mensupport pemikiran para tukang tenung, sihir, dukun, paranormal, dan peramal yang jahat dan turut serta membenarkan ‘aqidah sesat dan kafir tersebut. Telah termaktub dalam hadits Rasulullah :
“Tiga kelompok orang yang tidak akan masuk surga adalah, pecandu khamr, pemutus silaturahmi, dan orang yang membenarkan sihir.” (HR. Ahmad no. 18748 dan Ibnu Hibban no. 6137 dari Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan oleh al Hakim dalam al Mustadrak IV/146.)
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin Rahimahullah berkata :
“Orang yang membenarkannya (sihir) adalah orang yang membenarkan apa-apa yang disampaikan oleh para ahli nujum. Jika seorang ahli nujum berkata ‘Akan terjadi ini dan itu’, lalu seseorang membenarkannya, maka dia tidak akan masuk surga, karena dia telah membenarkan suatu ilmu tentang ghaib pada selain Allah. Allah Ta’ala berfirman :
Katakanlah: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (An Naml : 65)” (Al Qaulul Mufid II/13)

4. Tak Luput Dari Alunan Musik
Dalam film tersebut, alunan musik (musikalisasi) sangat jelas dan tentunya dapat didengarkan oleh semua orang. Padahal ini jelas-jelas menyelishi dan menyimpang dari sabda Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam :
“Benar-benar akan ada sekelompok orang dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, khamr, serta alat-alat musik. Dan ada sekelompok orang yang tinggal di lereng puncak gunung. Setiap sore seorang penggembala (memasukkan) hewan ternak mereka ke kandangnya. Ketika datang kepada mereka seorang faqir untuk sesuatu kebutuhannya, berkatalah mereka pada si faqir, ‘Besok saja kamu kemari!’ Maka di malam harinya, Allah adzab mereka dengan ditimpakannya gunung tersebut pada mereka atau diguncang dengan sekuat-kuatnya. Sementara yang selamat dari mereka, Allah ubah mereka menjadi kera-kera dan babi-babi hingga hari kiamat.” (HR. Bukhari secara Mu’allaq dalam Shahihnya, Kitab al Asyribah, al Bab Ma jaa’a fiman yastahillul khamra wa yusammihi bighairi ismihi.)
Hadits di atas merupakan dalil diharamkannya segala macam alat musik dan permainannya.
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam juga bersabda :
“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas diriku –atau : telah mengharamkan- minuman keras, judi, dan gendering. Dan segala yang memabukkan adalah haram.” (HR. Abu Daud no. 3210)
Dalam riwayat lain :
“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas umatku minuman keras, judi, mizr (sejenis minuman keras), genderang, dan mandolin. Serta menambahkan untukku kewajiban Shalat Witir (sebagai penutup Shalat Malam).” (HR. Thabrani dalam Mu’jam al Kabir XIII/51-52;127 dengan sanad yang dhla’if.)
5. Merusak dan Mempengaruhi ‘Aqidah Kaum Muslimin
Film “2012” itu tidak lain sangat menyesatkan dan membelokkan ‘aqidah kaum Muslimin. Dari penjelasan yang telah dikemukakan di atas, telah manpak jelas bagi para pembaca –yang semoga dirahmati Allah- bahwa film “2012” hanya membawa keburukan bagi umat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di dalamnya tersurat dan tersirat ajaran syirik, bid’ah, dan hal-hal yang haram. Dan ia (film tersebut) adalah buatan kaum kuffar yang ingin meruntuhkan kejayaan umat Islam, serta meraih keuntungan yang sebesar-besarnya dari film tersebut, karena kebetulan sekali isu kiamat 2012 sangat marak di saat ini. Allah Tabaaraka wa Ta’ala berfirman :
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al Isra’ : 36)
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, (Al Mu’minun : 3)
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang lalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). (Al An’aam : 68)
{Untuk lebih jelasnya masalah keharaman film dan sinetron yang keluar dari syara’, kami persilahkan untuk merujuk Fatawa al Lajnah ad Daimah lil Buhuts al ‘Ilmiyyah wal Ifta Kerajaan Saudi Arabia no. 21685}
Dengan tinjauan syari’at sebagaimana yang dicantum di atas, maka haramlah hukumnya untuk menonton tayangan “2012” tersebut, membenarkan isinya, turut mengedarkannya, dan mendukung penayangannya.

FASHAL : MELIHAT TAYANGAN “2012” UNTUK MENINGKATKAN KEIMANAN, BOLEHKAH?
Segala puji bagi Allah, dan Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah atas Rasulullah. Aku bersaksi bahwasannya tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Yang Maha Raja, Maha Benar, lagi Maha Nyata. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, penutup para Nabi dan Rasul Allah.
Sesungguhnya berusaha untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan adalah hal yang wajib untuk dilaksanakan. Allah berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (Al Hasyr : 18-19)
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali ‘Imran : 200)

Kita bermohon pada Allah agar Ia berkenan untuk memperikan pertolongan-Nya, hidayah-Nya, dan karunia-Nya serta menguatkan Iman dan Islam kita, dan juga menghindarkan kita dari hal-hal yang bertentangan dengan syari’at-Nya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Memberi Taufiq.
Adapun meningkatkan keimanan haruslah dengan jalan yang shahih, yang benar, lagi lurus. Yakni dengan jalan mengambil pedoman, memusatkan perhatian, dan tidak bosan-bosan untuk mendengarkan keterangan-keterangan dan cahaya dari Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya, sehingga tiadalah hati itu sesat atas izin Allah, dan semakin meningkatlah iman karena mendengar ayat-ayat-Nya dalam al Quran dan petunjuk Rasulullah dalam as Sunnah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (Al Anfaal : 2)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Telah aku tinggalkan padamu dua perkara. Kamu tiada akan tersesat selama kamu sekalian berpegang teguh kepada keduanya : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik no. 1395 dan al Hakim I/63, dishahihkan oleh al Hakim.)
Serta berpaling dari mengambil petunjuk kepada selain dua perkara itu (selain al Quran dan as Sunnah) :
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al ‘Ankabuut : 45)
Dan sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia telah memerintahkan kita untuk berpaling dari dakwah, seruan, serta syiar-syiar kaum kuffar dan orang-orang munafiq. Kita tidak diperintahkan untuk mengambil petunjuk dari mereka, atau dari kitab suci agama mereka, atau dari penjelasan tokoh-tokoh agama mereka. Bahkan kita diperintahkan untuk berpaling dari mereka dan kembali pada petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Karena sesungguhnya agama ini telah sempurna. Allah telah meridhlai agama ini sebagai jalan keselamatan bagi manusia yang mau berpegang teguh padanya. Dan Allah telah menetapkan bahwa orang yang berpaling dari agama Allah yang haq ini akan dimasukkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. (Al An’aam : 106)
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Al Maa’idah : 3)
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali ‘Imran : 85)

Dan sesungguhnya, apa yang dikatakan “baik” dalam syari’at agama lain oleh orang-orang yang tidak mengerti, telah disyari’atkan dan disempurnakan di dalam agama Islam serta menjadi yang paling baik serta mengungguli. Dan oleh karena itulah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah marah ketika ‘Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu membawa kitab Taurat di tangannya, dan kemudian berkata pada ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu :
“Demi Allah yang jiwaku berada di dalam Tangan-Nya, jika Nabi Musa ‘Alaihis Salam muncul saat ini, kemudian kalian mengikutinya dan meninggalkanku, niscaya telah sesat dari jalan yang lurus. Seandainya Nabi Musa ‘Alaihis Salam hidup saat ini, dan dia menemui masa kenabianku, niscaya ia akan mengikutiku.” (HR. Darimi no. 435, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 1589)
Ini mengisyaratkan, bahwa sesungguhnya tidaklah dibolehkan mengambil petunjuk, menaati, mematuhi, dan mengambil pelajaran dari semua sumber selain dari al Quran dan as Sunnah. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah :
“Kebutuhan umat untuk memahami al Quran sangatlah mendesak, karena al Quran adalah tali Allah yang kokoh, peringatan yang bijaksana dan jalan yang lurus, yang menjadikan hawa nafsu tak menyimpang, lisan tak berucap rancu, tidak lapuk oleh banyaknya pengulangan dan tak pupus keajaiban-keajaibannya. Para ‘Ulama tak pernah kenyang dalam mereguknya. Siapa yang berbicara menggunakan al Quran ia benar, siapa yang berhukum dengannya ia adil, dan siapa yang menyeru kepadanya ia mendapat petunjuk ke jalan yang lurus. Siapa yang sombong dan meninggalkannya akan dipatahkan oleh Allah dan siapa yang mencari petunjuk dari selain al Quran akan Allah sesatkan ia.” (Syarh Muqaddimah at Tafsir hlm. 20)
Dan keadaan orang yang melupakan Kitabullah dan Sunnah pada hari Penghisaban adalah berada dalam keadaan celaka. Sebagaimana telah difirmankan Allah ‘Azza wa Jalla tentang keadaan mereka yang melupakan ayat-ayat Allah setelah ayat-ayat-Nya itu datang, dan beralih pada peringatan selain dari peringatan-Nya :
Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan".Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. (Thaha : 123-127)
Kemudian daripada itu, sesungguhnya film 2012 adalah sinema yang berisi hal-hal yang tidak bermanfa’at, isinya banyak yang menyalahi al Quran dan as Sunnah, penciptanya adalah orang-orang yang kafir, pemerannya banyak yang membuka ‘aurat, serta sungguh telah banyak memperdaya orang. Maka bagaimanakah hal ini dapat menjadi petunjuk selain al Quran dan as Sunnah untuk menguatkan keimanan?
Sesungguhnya, apa-apa yang ada di dalam al Quran dan as Sunnah telah cukup menggambarkan keadaan hari kiamat, penjelasannya gamblang dan meningkatkan keimanan, serta menjadi pelajaran yang paling berharga bagi orang-orang yang beriman. Oleh karena itu, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman :
Kitab (al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Al Baqarah : 2)
Allah Tabaraka wa Ta’ala telah menjelaskan, bahwa orang-orang yang beriman dan bertakwa senantiasa mengambil pedoman dari al Quran dan as Sunnah, serta berpaling dari selainnya. Dan sesungguhnya hal itulah yang menjadi kewajiban bagi setiap orang yang beriman.
Maka haram hukumnya meningkatkan keimanan lewat sinema 2012 tersebut.
Semoga Allah memberikan petunjuk-Nya pada kita dan senantiasa menjaga kita dari penyimpangan dan kesesatan. Wahai Tuhan Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di dalam agama-Mu dan ketaatan pada-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Mendengar doa-doa.
Wallahul musta’an.

TANBIH : MENGHINA PARA ’ULAMA ADALAH PERBUATAN DOSA DAN SUATU KEMUNGKARAN!
Segala puji bagi Allah, Yang telah mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan Agama yang benar (Islam), agar dimenangkan-Nya di atas segala agama walaupun orang-orang kafir benci. Aku bersaksi bahwasannya tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.
Di antara kemungkaran yang dilakukan oleh segenap manusia, diakibatkan kontroversi pro dan kontra tayangan ”2012” adalah pelecehan dan penghinaan pada para ’Ulama. Tak hanya itu, Agama Allah yang dimuliakan ini pun dihinakan dan dicaci maki oleh para musuh Allah itu.
Padahal sesungguhnya para ’Ulama dan Ahlul Ijtihad adalah pelita-pelita ummat. Di sanalah ummat menimba ilmu dan mencari bimbingan –atas idzin Allah-, sehingga tidak terjerumus dalam kesesatan. Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi, telah menjelaskan pula bahwa para ’Ulama adalah orang-orang yang paling takut kepada-Nya di antara semua hamba-hamba Allah. Kedudukan mereka adalah kedudukan yang ditinggikan dan tidak direndahkan.
Di dalam al Quranul Karim, Allah ’Azza wa Jalla berfirman :
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ’Ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Fathir : 28)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam al Hadits :
”…Dan sesungguhnya para ’ulama itu adalah pewarisnya para nabi…” (HR. Tirmidzi no. 2606, Abu Daud no. 3157, Ibnu Majah no. 219, Ahmad no. 20723, dan Darimi no. 346, dishahihkan oleh Syaikh al Albani, lihat Shahih Abu Daud no. 3641.)
“Keberkahan itu berada pada orang-orang besar kalian.” (HR. Ibnu Hibban, al Hakim, dan Ibnu ‘Abdil Barr. Lihat Ash Shahihah no. 1778)

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata :
“Manusia tetap akan baik selama mereka mengambil ilmu dari orang-orang besar mereka, maka jika mereka mengambilnya dari orang-orang kecil dan jahat di antara mereka maka mereka akan binasa.” (Jami’ul Bayanil ‘Ilmi hlm. 615 dan 616)
Dan sesungguhnya Allah Ta’ala telah memerintahkan agar kita tidak mengejek dan mencela saudara kita (Muslim) yang lain :
 “Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.” (Al Hujurat : 11)
Jika seorang Muslim yang ‘awam saja tidak boleh dicela dan diremehkan, maka para ‘Ulama jauh lebih pantas untuk tidak dicela dan dihina, sangat tidak pantas untuk dicemooh dan diremehkan.
Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengajarkan kita untuk menghormati para ‘Ulama, taat pada mereka, dan tidak mengingkari mereka. Oleh karena itulah, Rasulullah bersabda :
“Yang menjadi imam bagi orang yang banyak ialah orang yang paling baik di antara mereka dalam membaca Kitab Allah, bila mereka sama dalam bacaannya maka orang yang paling mengerti tentang Sunnah Nabi…” (HR. Muslim no. 1078)
Oleh karena itu, maka barangsiapa melawan dan melecehkan para ‘Ulama, maka sesungguhnya ia telah memerangi Allah dan Rasul-Nya, berma’shiyat pada Allah, melakukan suatu kesalahan (dosa) yang besar, dan melakukan kekufuran.
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An Nisaa’ : 59)
‘Ali bin Abu Thalhah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwasannya ia (Ibnu ‘Abbas) menafsirkan “Ulil Amri” sebagai “Ahli Fiqh dan para ‘Ulama”. Hal yang sama juga telah dikatakan oleh Mujahid, Atha’, al Hasan al Bashri, dan Abul ‘Aliyah. (Tafsir al Qur’an al ‘Adzhim)
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam Hadits Qudsi :
“Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku menyatakan perang kepadanya…” (HR. Bukhari no. 6021)
Kita berlindung pada Allah dari segala adzab dan kemurkaan-Nya, dan kita memohon kepada-Nya agar Ia selalu memberikan kita kekuatan dalam menjalankan ketaatan pada-Nya. Wallahul musta’an.

Selesai ditulis, diperbaiki, dan disempurnakan di :
Yogyakarta,
10 Muharram 1431 H
Ahmad Naharuddin Ramadhan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan komentar anda dengan penuh akhlaqul karimah